Seluruh bumi adalah masjid, bukan sebatas bangunan. Banyak wilayah minus yang "mendirikan masjid sementara" sebatas tiang bambu, dinding tumpukan batu tanpa semen, atap dedaunan, bahkan tanpa atap, tanpa dinding, tanpa tiang, sekedar alas terpal dan pembatas tali. Masjid sementara ala kadarnya dijejali jama'ah karena masjid menjadi one stop living di mana kebutuhan hidup mereka terpenuhi. Banyak dermawan kena block mental bahwa yang namanya waqaf dan infaq untuk masjid hanya untuk keperluan bangunan, infrastruktur, fasilitas, sarana dan prasarana, tidak boleh untuk membiayai apa saja yang membuat masjid meluber-luber jama'ahnya lima waktu. Saatnya kita ubah mindset bahwa masjid tidak harus megah-mewah, yang penting adalah apa yang dibutuhkan jama'ah, masjid ada dan siap memenuhinya, sehingga jama'ah akan "repeat order" sehingga lima waktu penuh sesak dengan ibadah. Ayo collab sama www.masjidinfluencer.or.id buat men-generate ekosistem masjid untuk melahirkan jutaan influencer kebaikan yang akan terjun mewarnai circlenya masing-masing. Infaq untuk masjid-mushalla tidak berarti tidak boleh untuk selain bangunan, infrastruktur, fasilitas, dan sarana-prasarana, kecuali diaqadkan untuk tertentu. Infaq boleh dialokasikan untuk apa saja demi 'over load' jama'ah masjid lima waktu. Tidak sedikit donatur marah-marah kalo infaqnya bukan untuk bangunan, infrastruktur, fasilitas, sarana dan prasarana, karena dipersepsikan tidak jadi pahala jariyah. Kalau dana masjid untuk transport khathib, kafalah imam, bisyarah muadzdzin, upah marbot, honor teknisi, hadiah lomba pildacil, bukber, dan semacamnya diyakini tidak jadi pahala jariyah. Masjid Jogokariyan, Masjid Kapal Munzalan, Masjid Sejuta Pemuda, Masjid Muslim Billionaire, Masjid Affiliate, Masjid Makan-makan, dan lain-lain selalu penuh jejal jama'ah lima waktu bahkan hampir 24 jam. Ketika infaq diyakini hanya berbuah pahala jariyah jika untuk bangunan masjid-mushalla, maka jadi gede doang, megah-mewah-elit, tapi umat ga mau ke situ karena harus menyambung hidup sendiri tanpa mendapat partisipasi masjid. Saatnya kita ubah paradigma, masjid jangan lagi sibuk mempercantik diri tapi ga punya impact buat umat, bahwa yang urgen adalah masjid bisa selalu ready buat umat dengan segala gedebak-gedebuknya. Gercep join www.masjidinfluencer.or.id buat men-generate masjid yang memproduksi jutaan influencer kebaikan yang akan terjun jadi leader di circlenya masing-masing. Bisa dengan berdonasi atau jadi sponsor.


Komentar
Posting Komentar