Kapan terakhir kali ke masjid? Kata Nabi, “Masjid itu rumah bagi setiap orang yang beriman.” Kenapa ga sering-sering ke rumah? Katanya beriman. Aku masih banyak dosa. Aku belum siap istiqamah. Aku lagi repot menghidupi keluarga. Aku kurang pantes kalo ke masjid. Seluas-luasnya ALAS (hutan), masih luas ALAS-AN. Mau ke masjid nunggu digotong empat orang dan langsung ada di depannya imam? Padahal shalat berjama’ah lima waktu hanya ‘menyita’ waktu kita 25 menit dalam 24 jam. Masih tersisa 23 jam 35 menit untuk selain shalat berjama’ah. Nabi bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendiami masjid untuk shalat dan dzikir kecuali Allah berbunga-bunga padanya sebagaimana berbunga-bunganya orang yang kehilangan anggota keluarganya ketika kembali lagi kepada keluarga tersebut.” [Sunan Ibnu Majah no. 792] Yuk bantu program-program www.masjidinfluencer.or.id walau Rp 1.000,-, kalau tidak maka lokasi ini akan dikelingi praktik perzinaan, perjudian, mabuk-mabukan dan anti shalat.
Kamu masih suka pake baju seksi? Tetaplah ke masjid untuk shalat dan ibadah lainnya tapi jangan maksiat di masjid. Kamu masih suka zina? Tetaplah ke masjid untuk shalat dan ibadah lainnya tapi jangan maksiat di masjid. Kamu masih suka judi? Tetaplah ke masjid untuk shalat dan ibadah lainnya tapi jangan maksiat di masjid. Kamu masih suka korupsi? Tetaplah ke masjid untuk shalat dan ibadah lainnya tapi jangan maksiat di masjid. Kamu masih suka mabuk? Tetaplah ke masjid untuk shalat dan ibadah lainnya tapi jangan maksiat di masjid. Apapun kondisimu, Allah selalu stand by menerima kedatanganmu dengan penuh hangat.
Pezina Bangun Masjid? Elgebete Sumbang Masjid? Koruptor Waqaf Masjid? Penjudi Dirikan Masjid? Pemabuk Renovasi Masjid? Pembunuh Infaq Masjid? Emang boleh? Masjid adalah Rumah Allah. Idealnya, rumah Allah manapun harus dibangun dengan harta halal. Tidak semua pelaku maksiat hartanya haram. Kadang-kadang ada pezina, elgebete, koruptor, penjudi, pemabuk, pembunuh yang mendermakan harta untuk masjid, entah niat hijrah atau sekadar sekali-kali atau cuma cari validasi. Harta halal dan haram sama-sama rizqi Allah cuma Allah ga ridha dengan harta haram yang diberikan untuk masjid. Hanya saja, harta haram boleh untuk masjid-mushalla, daripada untuk bangun tempat mesum, arena judi, lokasi mabuk, dan lain-lain. Harta haram tetap haram, diberikan ke masjid-mushalla dengan niat takhallush (membersihkan diri dari harta haram) bukan dengan niat shadaqah/infaq/waqaf. Gas dukung program-program www.masjidinfluencer.or.id biar masjid-mushalla se-Indonesia lima waktu membludak jama’ahnya. Setiap bulan dibutuhkan dana mencapai ratusan juta rupiah.”


Komentar
Posting Komentar