Membangun Masjid di Tempat-tempat Asing, Terpencil, Jauh, Pelosok, Sepi, Mati | Brilly El-Rasheed | 082140888638

082140888638 Masjid Influencer Brilly El-Rasheed Asmaul Husna Quantum Fiqih

Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah binti Abu Bakr Ash-Shiddiq,

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan, (lalu) dibersihkan dan diberi wewangian.”

Penulis (Brilly) berasumsi, berdasarkan teori mafhum mukhalafah, hadits ini menjadi dalil larangan membangun masjid-masjid jauh dari perkampungan, dengan ‘illah dikhawatirkan masjid-masjid jauh tersebut akan terbengkalai hingga menjadi bangunan angker. Asumsi tersebut tanpa dasar maraji’ (referensi) sama sekali.

Teori hashr (pembatasan) berkata lain. Tidak semua penyebutan otomatis pembatasan dari segala yang tidak disebut. Praktis, Nabi memerintahkan membangun masjid-masjid di perkampungan bukan berarti Nabi melarang membangun masjid-masjid jauh dari perkampungan. Teori hashr berlaku pula pada praktik Rasulullah memakmurkan masjid bukan hanya dzikrullah, shalat dan tilawah, tapi berbagai kegiatan ibadah (mahdhah) bahkan sosial (ghairu mahdhah).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ هذه المَساجِدَ لا تَصلُحُ لشيءٍ مِن هذا البَولِ ولا القَذَرِ، إنَّما هي لذِكرِ اللهِ عزَّ وجلَّ، والصَّلاةِ وقِراءةِ القُرآنِ،

“Sesungguhya masjid-masjid ini tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi masjid-masjid (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca Al-Qur`an.”

Membangun masjid-masjid di lokasi-lokasi yang asing, terpencil, jauh sangat perlu, sekalipun kemudian belum lima waktu termakmurkan dengan shalat berjama’ah. Masjid di area asing, terpencil, jauh penting sebagai pengingat semua penjelajah untuk ingat bahwa seluruh penjuru bumi adalah tempat untuk beribadah kepada Allah. Jika tidak dibangun masjid-masjid di daerah pelosok, sepi, mati maka akan ‘dimakmurkan’ oleh ahli maksiat dengan kemaksiatan.

Wilayah asing, terpencil, jauh yang didirikan masjid di situ walau sederhana maka akan dipastikan pernah dihuni umat Islam. Dengan membangun masjid, kita bisa mendapatkan pahala memakmurkan masjid, pahala shalat di masjid, pahala mengajarkan ilmu di masjid dan lain sebagainya. Kitapun sudah paham bahwa tanah atau tempat terbaik dan yang paling dicintai Allah adalah masjid. Memperbanyak jumlah masjid berarti memperbanyak peluang kita dicintai Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا.

“Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.” [Shahih Muslim, no. 671]

Dahulu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak berjihad, berperang melawan orang-orang kafir, sebelum beliau menyerang suatu negeri, beliau mencari apakah ada kumandang suara adzan dari negeri tersebut atau tidak. Apabila beliau mendegar adzan maka beliau tidak jadi menyerang, namun bila tidak mendengar maka beliau akan menyerang negeri tersebut. [Muttafaqun ’alaihi] Hal ini menunjukkan bahwa syiar-syiar agama yang nampak dari masjid-masjid kaum muslimin merupakan pembeda manakah negeri kaum muslimin dan manakah negeri orang-orang kafir. Adanya masjid dan makmurnya masjid tersebut dengan berbagai syiar agama Islam, semisal adzan, shalat jama’ah dan syiar lainnya, merupakan ciri bahwa negeri tersebut begeri kaum muslimin. [https://muslim.or.id/5481-dari-masjid-kita-bangkit.html]

082140888638 Masjid Influencer Brilly El-Rasheed Asmaul Husna Quantum Fiqih


 

Komentar