Adab Terhadap Masjid Waqaf Publik | Imam Muhammad bin 'Abdurrahman Ad-Dimasyqiyy Asy-Syafi'iyy | Kitab Rahmatul-Ummah fi Ikhtilafil-A`immah

082140888638 Support Masjid Influencer Brilly El-Rasheed


Imam Muhammad bin 'Abdurrahman Ad-Dimasyqiyy Asy-Syafi'iyy menjelaskan dalam Kitab Rahmatul-Ummah fi Ikhtilafil-A`immah,

فَصْلٌ: وَاتَّفَقُوا عَلَى أَنَّهُ إِذَا خَرِبَ الْوَقْفُ لَمْ يَعُدْ إِلَى مِلْكِ الْوَاقِفِ، ثُمَّ اخْتَلَفُوا فِي جَوَازِ بَيْعِهِ وَصَرْفِ ثَمَنِهِ فِي مِثْلِهِ، وَإِنْ كَانَ مَسْجِدًا. فَقَالَ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ: يَبْقَى عَلَى حَالِهِ وَلَا يُبَاعُ. وَقَالَ أَحْمَدُ: يَجُوزُ بَيْعُهُ وَصَرْفُ ثَمَنِهِ فِي مِثْلِهِ، وَكَذَلِكَ فِي الْمَسْجِدِ إِذَا كَانَ لَا يُرْجَى عَوْدُهُ. وَلَيْسَ عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ نَصٌّ فِيهَا، وَاخْتَلَفَ صَاحِبَاهُ، فَقَالَ أَبُو يُوسُفَ: لَا يُبَاعُ. وَقَالَ مُحَمَّدٌ: يَعُودُ إِلَى مَالِكِهِ الْأَوَّلِ.

Pasal: Para ulama sepakat bahwa jika waqaf rusak, ia tidak kembali kepada kepemilikan orang yang berwaqaf. Kemudian, mereka berbeda pendapat mengenai bolehnya menjual waqaf dan menggunakan harganya untuk hal serupa, meskipun itu adalah masjid. Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’iyy berkata: Waqaf tetap pada keadaannya dan tidak boleh dijual. Imam Ahmad berkata: Boleh menjualnya dan menggunakan harganya untuk hal serupa, demikian pula pada masjid jika tidak diharapkan dapat kembali berfungsi. Imam Abu Hanifah tidak memiliki teks yang jelas mengenai hal ini, dan kedua muridnya berbeda pendapat. Imam Abu Yusuf berkata: Tidak boleh dijual. Imam Muhammad berkata: Kembali kepada pemilik asalnya.

فَصْلٌ: وَهَلْ يُكْرَهُ الْقَضَاءُ فِي الْمَسْجِدِ أَمْ لَا؟ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ: لَا يُكْرَهُ. وَقَالَ مَالِكٌ: بَلْ هُوَ السُّنَّةُ. وَقَالَ الشَّافِعِيُّ: يُكْرَهُ، إِلَّا أَنْ يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ لِلصَّلَاةِ فَتَحْدُثَ حُكُومَةٌ فَيَحْكُمَ فِيهِ.

Pasal: Apakah dimakruhkan mengadili perkara di dalam masjid atau tidak? Imam Abu Hanifah berkata: Tidak dimakruhkan. Imam Malik berkata: Bahkan itu adalah sunnah (dianjurkan). Imam Asy-Syafi’iyy berkata: Dimakruhkan, kecuali jika seseorang masuk ke masjid untuk shalat, lalu terjadi perkara (yang perlu diadili), maka boleh ia memutuskan perkara tersebut di sana.     

Komentar