Perkembangan tren perumahan Syariah atau komplek hunian Islami patut diapresiasi. Peningkatan semangat umat Islam untuk memperbanyak masjid juga layak dibanggakan. Eskalasi motivasi publik untuk memakmurkan masjid pun pantas untuk didukung. Hanya saja, masih ada misunderstanding bahwa tinggal di tempat yang dekat dengan masjid lebih berpahala dan mulia.
Imam Muslim sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawiyy meriwayatkan kisah rencana sebagian muslim pada zaman Nabi untuk pindah rumah lebih dekat dengan masjid sebagai berikut,
وعن جابر رضي الله عنه قَالَ: خَلَت البِقاعُ حولَ المَسْجِدِ، فَأَرَادَ بَنُو سَلمَةَ أَنْ يَنْتَقِلُوا قُرْبَ المَسْجِدِ، فَبَلَغَ ذَلِكَ النبي صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَهُمْ: انه بَلَغَنِي أنَّكُم تُريدُونَ أَنْ تَنْتَقِلُوا قُرْبَ المَسْجِدِ قالوا: نعم، يا رَسُول اللَّهِ، قَدْ أرَدْنَا ذَلِكَ. فَقَالَ: بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُم تُكْتَبْ آثارُكُمْ، دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثارُكُمْ فقالوا: مَا يَسُرُّنَا أنَّا كُنَّا تَحَوَّلْنَا
Dari Jabir radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Ada beberapa petak tanah yang kosong di sekitar masjid Nabawi. Maka Bani Salimah berkeinginan untuk berpindah ke dekat masjid. Hal itu sampai kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka kepada mereka beliau berkata, “telah sampai kepadaku berita bahwa kalian ingin berpindah ke dekat masjid?” Mereka menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Kami menginginkan itu.” Maka Rasul bersabda, “Wahai Bani Salimah, tetapilah rumah kalian, akan dicatat jejak kalian. Tetapilah rumah kalian, akan dicatat jejak kalian.” Mereka berkata, “Tak ada yang membahagiakan kami dari berpindah rumah.”
Nabi tidak ingin semua muslim dekat dengan masjid secara jarak karena akan membuat banyak wilayah di bumi ini yang tidak dilewati oleh orang Islam untuk menuju masjid. Bani Salimah kemudian membangun masjid di atas tanah yang menjadi saksi peristiwa perubahan arah qiblat dari Masjidil-Aqsha ke Masjidil-Haram. Masjid tersebut kemudian dikenang hari ini dengan nama Masjid Qiblatain.

Komentar
Posting Komentar