Ber-Asmaul Husna Setiap Ruku' dan Sujud Semua Shalat
Nabi mengajarkan untuk membaca dalam ruku' dan sujud, selain yang biasa kita baca, yaitu bacaan Asmaul Husna,
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ
“Mahasuci, Maha Quddus, Rabbnya para malaikat dan ruh–yaitu Jibril–).” [Shahih Muslim, no. 487]
Ber-Asmaul Husna Setiap Selesai Witir
Menariknya, setelah shalat witir, Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah dzikir yang sarat dengan pengagungan terhadap Allah. Dzikir tersebut berbunyi,
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ.
“Maha Suci Tuhan Yang Merajai lagi Maha Suci” (3 kali), lalu “Maha Suci lagi Maha Quddus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Ruh (Jibril).”
Ber-Asmaul Husna Setiap Sebelum Tidur
Dari Abu Hurairah, Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak istirahat di tempat tidurnya, beliau membaca,
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْباطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ.
“Ya Allah, Rabb langit, Rabb bumi, dan Rabb ‘Arsy yang agung. Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Yang menumbuhkan benih dan biji-bijian. Yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Furqaan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang mendatangkan kejahatan. Engkau-lah yang memegang jambulnya. Engkau-lah yang Maha Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkau-lah yang Maha Akhir, tidak ada sesuatupun setelah-Mu. Engkaulah yang Maha Zhahir, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Dan Engkaulah yang Maha Bathin, tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. Bayarlah hutang kami, dan cukupilah kami dari kekurangan”. [Shahih Muslim no. 2713]
Ber-Asmaul Husna Setiap Terbangun Malam
Imam An-Nasaiyy, Ibnu Hibban, dan Abdullah bin Wahb menambahkan bahwa keduanya meriwayatkan hadits ini dari Sa'id bin Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Al-Walid At-Tajibiyy, dari Sa'id bin Al-Musayyib, dari Aisyah, bahwa Rasulullah apabila terbangun di malam hari mengucapkan doa berikut,
«لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي، وَأَسْأَلُكُ رَحْمَةً، اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي، وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ»
“Tidak ada Tuhan yang benar selain Engkau, Mahasuci Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosaku, dan aku memohon rahmat kepada-Mu. Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku dan janganlah Engkau sesatkan qalbuku sesudah Engkau memberinya petunjuk; dan karuniakanlah kepadaku rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia. [Tafsir Ibnu Katsir]
Ber-Asmaul Husna Setiap Buka Puasa
Dari Anas, dari Nabi, beliau bersabda, "Tidaklah seorang muslim berpuasa lalu ketika berbuka ia berkata,
ياعظيم ياعظيم ، أنت إلهي ، لا إله غيرك ، اغفر لي الذنب العظيم ، فإنه لا يغفر الذنب العظيم إلا العظيم
‘Wahai Dzat Yang Maha Agung, wahai Dzat Yang Maha Agung, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang benar selain Engkau, ampunilah aku dari dosa yang besar, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa yang besar kecuali Dzat Yang Maha Agung,’ melainkan ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ibunya melahirkannya," dan Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Ajarkanlah kalimat ini kepada keturunan kalian, karena sesungguhnya ia adalah suatu kalimat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya serta dengan kalimat itu diperbaiki urusan dunia dan Akhirat." Hadits ini disebutkan dalam kitab Jam‘ Al-Jawami‘ karya Al-Hafizh As-Suyuthiyy no. 9543, Tarikh Dimasyq karya Al-Hafizh Ibnu ‘Asakir no. 6761, dan Kanz Al-‘Ummal karya Al-‘Allamah Al-Muttaqi Al-Hindiyy no. 24395.
Ber-Asmaul Husna Setiap Doa
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami ‘Abdushshamad, telah menceritakan kepada kami Umar bin Rasyid Al-Yamamiyy, telah menceritakan kepada kami Iyas bin Salamah bin Al-Akwa’, dari ayahnya yang mengatakan bahwa tidak sekali-kali ia mendengar Rasulullah berdoa melainkan membukanya dengan bacaan,
سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّي الْأَعْلَى الْعَلِيِّ الْوَهَّابِ
“Mahasuci Allah, Tuhanku Yang Mahatinggi, Yang Maha Tertinggi lagi Maha Pemberi.” [Tafsir bin Katsir]
Ber-Asmaul Husna Setiap Kesulitan
Rasulullah pada saat kesulitan beliau berdoa,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
“Tiada Tuhan yang benar selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Santun, Tiada Tuhan yang benar selain Allah, Penguasa ‘Arsy yang Agung, Tiada Tuhan yang benar selain Allah, Penguasa Tujuh Langit, serta Penguasa Bumi, dan Penguasa ‘Arsy yang Mulia.” [Shahih Al-Bukhariyy no. 6346 dan Shahih Muslim no. 2730]
Ber-Asmaul Husna di Neraka
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Musa, telah menceritakan kepada kami Salam bin Miskin, dari Abu Zhilal dari Anas bin Malik , dari Nabi yang telah bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba di dalam Neraka Jahanam berseru selama seribu tahun dengan mengucapkan, "Ya hannan Ya Mannan" (Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, wahai Tuhan Yang Maha Pemberi anugerah). Maka Allah berfirman kepada Jibril, "Pergilah kamu dan bawalah hamba-Ku itu.” Jibril berangkat, dan ia menjumpai ahli neraka dalam keadaan terjungkal seraya menangis. Lalu Jibril kembali menghadap kepada Tuhannya, dan menceritakan kepada-Nya apa yang telah dilihatnya. Allah berfirman, "Bawalah dia kepada-Ku, sesungguhnya dia berada di tempat anu.” Maka Jibril membawa orang tersebut dan memberdirikannya di hadapan Allah Allah berfirman, "Hai hamba-Ku, bagaimanakah kamu jumpai tempat tinggal dan tempat peristirahatanmu?” Si hamba menjawab, "Wahai Tuhanku, benar benar tempat yang buruk dan tempat peristirahatan yang buruk.” Maka Allah berfirman, "Kembalikanlah hamba-Ku (ke tempatnya).” Si hamba berkata, "Wahai Tuhanku, setelah Engkau keluarkan daku dari Neraka, daku sama sekali tidak berharap untuk dikembalikan kepadanya.” Maka Allah berfirman, "Biarkanlah hamba-Ku (jangan masukkan Neraka lagi).”.” [Tafsir bin Katsir]



Komentar
Posting Komentar