Wasiat Syaikh Ibrahim Al-Matbuliyy Memotivasi Shalat Jama'ah di Masjid | Syaikh Asy-Sya'raniyy | 082140888638

082140888638 Asmaul Husna Brilly El-Rasheed Quantum Fiqih Manhaj Salaf Kajian Sunnah Thaifah Manshurah As-Sawad Al-A'zham Al-Ghuraba Al-Firqah An-Najiyyah




وَلَا تَتْرُكْ أَيْضًا صَلَاةَ الْجَمَاعَةِ،
(Wasiat Ke-16:) “Janganlah engkau meninggalkan shalat berjama’ah”
فَقَدْ قَالُوا، مَا اجْتَمَعَ جَمَاعَةٌ إِلَّا وَفِيهِمْ وَلِيُّ اللَّهِ تَعَالَى يُشَفِّعُهُ اللَّهُ تَعَالَى فِي رِفْقَتِهِ، وَثَبَتَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا أَعْمَى أَتَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ، «يَا رَسُولَ اللَّهِ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ، فَهَلْ لِي رُخْصَةٌ أَنْ أُصَلِّيَ فِي بَيْتِي؟» فَرَخَّصَ لَهُ، فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ، «هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ؟» قَالَ، نَعَمْ، قَالَ، «فَأَجِبْهُ».
Para ulama berkata, tidaklah suatu jamaah berkumpul kecuali di antara mereka terdapat wali Allah ta‘ālā yang Allah jadikan sebagai pemberi syafaat bagi rombongannya, dan telah tetap dalam Shahih Muslim dari Abū Hurairah bahwa seorang lelaki buta datang kepada Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada bagiku penuntun yang menuntunku ke masjid, maka apakah bagiku keringanan untuk shalat di rumahku?” Maka beliau memberi keringanan kepadanya, kemudian ketika ia berpaling beliau memanggilnya seraya bersabda, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat?” Ia menjawab, “Ya,” beliau bersabda, “Maka penuhilah,”
وَقَدْ كَانَ السَّلَفُ يَعُدُّونَ فَوَاتَ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ مُصِيبَةً، وَقَدْ وَقَعَ أَنَّ بَعْضَهُمْ خَرَجَ إِلَى حَائِطٍ لَهُ، يَعْنِي حَدِيقَةَ نَخْلٍ، فَرَجَعَ وَقَدْ صَلَّى النَّاسُ صَلَاةَ الْعَصْرِ، فَقَالَ، «إِنَّا لِلَّهِ فَاتَتْنِي صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ، أُشْهِدُكُمْ أَنَّ حَائِطِي عَلَى الْمَسَاكِينِ صَدَقَةٌ»،
dan para salaf dahulu menganggap terluputnya shalat berjamaah sebagai musibah, dan telah terjadi bahwa sebagian mereka keluar menuju kebun miliknya lalu kembali sementara manusia telah melaksanakan shalat Ashar, maka ia berkata, “Sesungguhnya kita milik Allah, telah luput dariku shalat berjamaah, saksikanlah bahwa kebunku menjadi shadaqah bagi orang-orang miskin,”
وَفَاتَتْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا صَلَاةُ الْعِشَاءِ فِي الْجَمَاعَةِ فَصَلَّى تِلْكَ اللَّيْلَةَ حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ جَبْرًا لِمَا فَاتَهُ،
dan terluput dari ‘Abdullāh bin ‘Umar raḍhiyallāhu ‘anhumā shalat Isya berjamaah lalu ia shalat pada malam itu hingga terbit fajar sebagai penebus bagi yang luput darinya,
وَعَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ الْفُوَارِيرِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى قَالَ، لَمْ تَكُنْ تَفُوتُنِي صَلَاةٌ فِي الْجَمَاعَةِ فَنَزَلَ بِي ضَيْفٌ فَشُغِلْتُ بِسَبَبِهِ عَنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ فِي الْمَسْجِدِ، فَخَرَجْتُ أَطْلُبُ مَسْجِدًا أُصَلِّي فِيهِ مَعَ النَّاسِ فَإِذَا الْمَسَاجِدُ كُلُّهَا قَدْ صَلَّى أَهْلُهَا وَغُلِّقَتْ، فَرَجَعْتُ إِلَى بَيْتِي وَأَنَا حَزِينٌ عَلَى فَوَاتِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ، فَقُلْتُ، وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ، «إِنَّ صَلَاةَ الْجَمَاعَةِ تَزِيدُ عَلَى صَلَاةِ الْفَذِّ سَبْعًا وَعِشْرِينَ»، فَصَلَّيْتُ الْعِشَاءَ سَبْعًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً، ثُمَّ نِمْتُ فَرَأَيْتُنِي فِي الْمَنَامِ عَلَى فَرَسٍ مَعَ قَوْمٍ عَلَى خَيْلٍ وَهُمْ أَمَامِي وَأَنَا أَرْكُضُ خَلْفَهُمْ فَلَا أَلْحَقُهُمْ، فَالْتَفَتَ إِلَيَّ وَاحِدٌ مِنْهُمْ فَقَالَ، «تُتْعِبُ فَرَسَكَ فَلَسْتَ تَلْحَقُنَا»، فَقُلْتُ، وَلِمَ يَا أَخِي؟ قَالَ، «لِأَنَّا صَلَّيْنَا الْعِشَاءَ فِي الْجَمَاعَةِ وَأَنْتَ صَلَّيْتَ وَحْدَكَ»، فَاسْتَيْقَظْتُ وَأَنَا مَهْمُومٌ حَزِينٌ،
dan dari ‘Ubaidullāh bin ‘Umar Al-Fuwārīrīyy raḥimahullāh ta‘ālā ia berkata bahwa shalat berjamaah tidak pernah luput darinya, kemudian suatu ketika ia kedatangan tamu sehingga ia tersibukkan dan terluput dari shalat Isya di masjid, lalu ia keluar mencari masjid untuk shalat bersama manusia tetapi seluruh masjid telah selesai dan ditutup, maka ia kembali ke rumahnya dalam keadaan sedih atas luputnya shalat berjamaah, lalu ia berkata bahwa telah datang dalam hadits, “Sesungguhnya shalat berjamaah melebihi shalat sendirian dua puluh tujuh derajat,” maka ia pun shalat Isya dua puluh tujuh kali, kemudian ia tidur dan melihat dalam mimpi dirinya berada di atas kuda bersama suatu kaum yang menunggang kuda di depannya sementara ia memacu kudanya di belakang mereka namun tidak mampu menyusul, lalu salah seorang dari mereka menoleh kepadanya dan berkata, “Engkau melelahkan kudamu karena engkau tidak akan menyusul kami,” ia berkata, “Mengapa wahai saudaraku?” ia menjawab, “Karena kami shalat Isya berjamaah sedangkan engkau shalat sendirian,” maka ia terbangun dalam keadaan gelisah dan sedih,
وَقَالَ بَعْضُ السَّلَفِ، «مَا فَاتَتْ أَحَدًا صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ إِلَّا بِذَنْبٍ أَصَابَهُ»، وَكَانُوا يُعَزُّونَ أَنْفُسَهُمْ سَبْعَةَ أَيَّامٍ إِذَا فَاتَتْ أَحَدَهُمْ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ، وَقِيلَ، رَكْعَةٌ، وَيُعَزُّونَ أَنْفُسَهُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِذَا فَاتَتْهُمُ التَّكْبِيرَةُ الْأُولَى مَعَ الْإِمَامِ، فَاعْلَمْ ذٰلِكَ يَا أَخِي.
dan sebagian salaf berkata bahwa tidaklah shalat berjamaah terluput dari seseorang kecuali karena dosa yang mengenainya, dan dahulu mereka saling menghibur diri selama tujuh hari apabila shalat berjamaah terluput, dan dikatakan satu rakaat, serta mereka menghibur diri selama tiga hari apabila terluput takbir pertama bersama imam, maka ketahuilah hal itu wahai saudaraku. 

[Diambil dari Terjemah Bilingual Kitab Al-Minah As-Saniyyah karya Brilly El-Rasheed]

082140888638 Asmaul Husna Brilly El-Rasheed Quantum Fiqih Manhaj Salaf Kajian Sunnah Thaifah Manshurah As-Sawad Al-A'zham Al-Ghuraba Al-Firqah An-Najiyyah

Komentar